Produksi
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk
menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga
lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna
suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi
jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
manusia
untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia
barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang
menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.
Di dalam kegiatan produksi pasti ada modal. Modal adalah semua alat
yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa, dengan
imbalan berupa bunga modal kepada pemodal. Modal dibagi 4, yaitu :
- Modal tetap.
- Modal lancar.
- Modal sendiri.
- Modal asing
Modal tetap adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi
dalam waktu lama, atau lebih dari satu kali putaran proses produksi.
Modal lancar adalah modal yang memberikan jasa hanya sekali dalam
proses produksi. Modal ini sekali dipakai dalam proses produksi,
kemudian berubah sifat atau wujudnya menjadi barang lain.
Modal sendiri adalah modal yang diserahkan pemilik modal kepada badan
usaha. Laba yang diperoleh dan tidak atau belum diserahkan kepada
pemilik modal, dengan sendirinya digolongkan sebagai modal sendiri.
Modal asing adalah modal yang diberikan oleh orang-orang atau badan-badan lain kepada suatu badan usaha sebagai pinjamn.
Faktor-faktor Produksi :
1. Alam.
2. Tenaga kerja.
3. Modal.
4. Kewirausahaan. Sektor-sektor produksi :
- Primer.
- Sekunder.
- Tersier.
- Publik.
- Swasta.
- Konsumsi.
- Investasi.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Produksi
Faktor produksi
Dalam
ilmu ekonomi,
faktor produksi
adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang
dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok,
yaitu
tenaga kerja,
modal,
sumber daya alam, dan
kewirausahaan.
Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas
cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam
maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut
sebagai faktor fisik (
physical resources). Selain itu, beberapa
ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor
produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era
globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (
labor), modal (
capital), sumber daya fisik (
physical resources), kewirausahaan (
entrepreneurship), dan sumber daya informasi (
information resources)
1.Sumber daya fisik
Faktor produksi fisik ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta dan barang mentah lainnya yang dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor yang termasuk di dalamnya adalah tanah, air, dan bahan mentah
2.Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan faktor produksi
insani
yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan
produksi. Faktor produksi tenaga kerja juga dikategorikan sebagai faktor
produksi asli. Dalam faktor produksi tenaga kerja, terkandung unsur
fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja dapat dikelompokan berdasarkan
kualitas (kemampuan dan keahlian) dan berdasarkan sifat kerjanya.
Berdasarkan kualitasnya, tenaga kerja dapat dibagi menjadi
tenaga kerja terdidik,
tenaga kerja terampil, dan
tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya, misalnya
dokter, insinyur,
akuntan, dan ahli hukum.
Tenaga kerja terampil
adalah tenaga kerja yang memerlukan kursus atau latihan bidang-bidang
keterampilan tertentu sehingga terampil di bidangnya. Misalnya tukang
listrik, montir, tukang las, dan sopir. Sementara itu,
tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan dan latihan dalam
menjalankan pekerjaannya. Misalnya tukang sapu, pemulung, dan
lain-lain.
Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja
rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja
yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Misalnya
guru,
editor, konsultan, dan pengacara. Sementara itu, tenaga kerja jasmani
adalah tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan
produksi. Misalnya tukang las, pengayuh becak, dan sopir.
3.Modal
Yang dimaksud dengan modal adalah
barang-barang
atau peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi.
Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, bentuknya, berdasarkan
pemilikan, serta berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sumbernya, modal
dapat dibagi menjadi dua: modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri
adalah modal yang berasal dari dalam
perusahaan
sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan. Sementara itu, modal
asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan. Misalnya modal
yang berupa pinjaman
bank.
Berdasarkan bentuknya, modal dibagi menjadi
modal konkret dan
modal abstrak. Modal konkret adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Misalnya
mesin,
gedung,
mobil, dan
peralatan.
Sedangkan yang dimaksud dengan modal abstrak adalah modal yang tidak
memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan. Misalnya
hak paten, nama baik, dan hak merek.
Berdasarkan pemilikannya, modal dibagi menjadi modal individu dan
modal masyarakat. Modal individu adalah modal yang sumbernya dari
perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya.
Contohnya adalah rumah pribadi yang disewakan atau bunga tabungan di
bank. Sedangkan yang dimaksud dengan modal masyarakat adalah modal yang
dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam
proses produksi. Contohnya adalah
rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.
Terakhir, modal dibagi berdasarkan sifatnya: modal tetap dan modal
lancar. Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan secara
berulang-ulang. Misalnya mesin-mesin dan bangunan pabrik. Sementara itu,
yang dimaksud dengan modal lancar adalah modal yang habis digunakan
dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan-bahan baku.
4.Kewirausahaan
Faktor kewirausahaan adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinir faktor-faktor produk
5.Sumber daya informasi
Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan
untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar,
pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_produksi & Griffin R. 2006. Business. New Jersey: Pearson Education.
Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna (
penerima harga (
price-taker).
Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak
dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat
membedakan
perfect competition) adalah sebuah jenis
pasar
dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang
dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan
hasil interaksi antara
penawaran dan
permintaan
sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga
dan hanya berperan sebagai peapakah suatu barang berasal dari produsen
A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan
tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan
kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak
mampu mempengaruhi pasar. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat
dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu :
- Semua perusahaan memproduksi barang/produk yang homogen. Produk yang
homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada
konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
- Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi yang
sempurna. Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki
pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga
konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari
suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
- Output sebuah perusahaan relative kecil dibandingkan dengan output
pasar. Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative
kecil dibandingkan dengan jumlah output seluruh perusahaan dalam
industri.
- Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar dengan menjual
produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar karena
perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
- Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar, hal ini disebabkan
oleh adanya faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tak ada biaya yang
harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat beberapa kelebihan, diantaranyya yaitu :
- Mampu mendorong efisiensi dalam produksi. Dengan jumlah produsen
atau penjual yang banyak, maka produsen akan berlomba-lomba untuk
meningkatkan mutu barnag yang dijualanya.
- Tidak memerlukan iklan. Dengan sifat homogen di pasar persaingan
sempurna, maka pemasangan iklan sama sekali tidak dibutuhkan karena
jenis barang yang di perjual-belikan sama.
- Pembeli dan penjual bebas bertindak. Produsen dan konsumen memiliki
kebebasan dalam keluar masuk pasar. Bagi produsen yang memiliki modal
untuk menjual produknya dapat memasuki pasar. Bagi produsen yang merasa
rugi dapat segera keluar dari pasar. Dan konsumen memiliki kebebasan
untuk membeli barang di pasar kapanpun.
- Harga tidak ditentukan oleh satu penjual atau oleh satu pembeli.
Harga di pasar persaingan sempurna ditentukan oleh hasil transaksi
tawar-menawar di pasar.
Selain memiliki kelebihan, pasar persaingan sempurna juga memiliki beberapa kekurangan. diantaranya sebagai berikut :
- Tidak ada dana untuk penelitian dan pengembangan produk. Dengan laba
secukupnya, membuat produsen kuran melakukan penelitian untuk
ber-inovasi.
- Terbatasnya kebebasan memilih bagi pembeli. Dengan jenis barang yang
dijual hanya satu, membuat konsumen tidak bisa memilih barang sesuai
selera dan tingkat pendapatan mereka masing-masing.
- Pekerja menerima upah atau gaji rendah. Dengan laba secukupnya, produsen tidak bisa memberikan upah tinggi kepada pekerjanya
sumber: Wikipedia
Monopoli dan Oligopoli
Pengertian Monopoli dan Oligopoli
Secara etimologi, kata “monopoli” berasal dari kata Yunani ‘Monos’
yang berarti sendiri dan ‘Polein’ yang berarti penjual. Dari akar kata
tersebut secara sederhana orang lantas memberi pengertian monopli
sebagai suatu kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan
(supply) suatu barang atau jasa tertentu.
Jadi Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu
atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu
yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan
atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan industri atau bisnis
tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir
perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu,
hampir tidak ada persaingan berarti.
Menurut Etika Bisnis
Contoh kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN adalah:
Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik
mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan
tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani
PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia.
Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi,
Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black &
Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak
lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar
masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.
Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN)
memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah
termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini
diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu
dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati,
dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan
klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik
yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit
utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati,
Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan
terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak
(BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.
Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan
listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, tetapi mereka sendiri
tidak mampu secara merata dan adil memenuhi kebutuhan listrik
masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang
kebutuhan listriknya belum terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman
listrik secara sepihak sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini
menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor
menjadi enggan untuk berinvestasi.
Pengertian Oligopoli
Oligopoli adalah suatu bentuk pasar dimana terdapat dominasi sejumlah
pemasok dan penjual. Pada kenyataannya, Sistem oligopoli yang ada,
memiliki konsentrasi pasar yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa
persentase yang besar dari pasar Oligopoli ditempati oleh
perusahaan-perusahaan komersial negara terkemuka. Perusahaan-perusahaan
ini membutuhkan perencanaan strategis untuk mempertimbangkan reaksi dari
pesaing lain yang ada di pasar. Oligopoli dalam praktek pasar bebas,
sangat menguntungkan para pemilik modal yang banyak.
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan
penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan
pasar.
Persaingan Pada Pasar Oligopoli, Kasus: Industri Chip Microprocessor
Kebutuhan terhadap microprocessor berkorelasi positif dengan pertumbuhan
permintaan terhadap PC. Hal ini dapat dipahami karena pada dasarnya
microprocessor merupakan mesin utama dari PC. Sementara teknik pembuatan
komputer semakin mudah karena dukungan modularisasi, dan hal ini
menghilangkan entry barrier bagi pendatang baru untuk memasuki bisnis
perakitan komputer, di pihak lain teknologi pembuatan chip
microprocessor semakin kompleks, membutuhkan investasi tinggi dan pada
akhirnya hanya sedikit pemain yang dapat bertahan. Dengan demikian
struktur pasar yang terbentuk merupakan pasar kompetisi sempurna di
hilir (produksi PC), dan oligopoli di hulu (produksi microprocessor).
Saling ketergantungan (inter-dependensi) terjadi antara produsen PC
dan microprocessor. Hal inilah yang menjadi latar belakang terjadinya
strategi aliansi antara Intel di satu pihak dengan para produsen PC di
pihak lain. Intel mengawali strategi ini pada tahun 1980 ketika
melakukan lock-in dengan IBM mengalahkan Motorola sebagai pesaing
terkuatnya pada waktu itu. Strategi ini dimaksudkan untuk memperluas
pangsa pasar secepat mungkin. Selain itu, upaya menciptakan standar baru
dalam teknologi PC juga diluncurkan Intel untuk menjawab kondisi pasar
yang masih terbelah (fragmented). Standar dimaksud adalah arsitektur
terbuka (open architecture) di mana PC dapat menggunakan software dan
komponen yang dapat dibeli dari berbagai sumber.
Strategi aliansi terus dikembangkan dengan produsen PC lain seperti
Compaq, Dell, Acer, Toshiba, dan lain sebagainya. Motto yang digunakan
untuk sekaligus menutup peluang masuknya pesaing adalah Intel Inside.
Suatu upaya kompetisi monopolistik yang sangat berhasil. Selain dengan
produsen PC, Intel juga menjalin kerjasama dengan Microsoft guna membuka
peluang bisnis baru.
Menyusul kemenangan dalam membuat standar baru PC, Intel melakukan
kampanye pemasaran yang agresif untuk mengalahkan Motorola, pesaing
utamanya. Pada periode ini, produk AMD belum dikenal luas dan oleh
karenanya belum dianggap sebagai pesaing kuat. Ketika sukses mulai
diraih, Intel justru membuat keputusan strategik meninggalkan produksi
DRAM dan fokus hanya pada membuat microprocessor. Keputusan ini bukan
merupakan arahan strategik dari manajemen senior tetapi merupakan
kebulatan tekad para manajer tingkat menengah (Collis & Pisano,
2002).
Keunggulan Intel, didukung pula oleh strategi operasional berupa
komitmen untuk melayani semua kebutuhan industri PC. Intel mengubah
proses internal dengan mengoperasikan semua fabs secara simultan, dan
memanfaatkan kerja sama dengan pemasok dalam suatu industrial cluster.
Produktivitas dan efisiensi menjadi sasaran yang berhasil dicapai dengan
strategi ini. Pergulatan menghadapi berbagai tantangan membawa Intel
berhasil melakukan tranformasi pasar komputer dari vertical alignment
yang berbasis teknologi proprietary menjadi horizontal alignment dengan
standar terbuka.
Di pihak lain, AMD sebagai pendatang baru perlahan tapi pasti
beranjak dari posisi tidak dikenal berubah menjadi pesaing kuat yang
diperhitungkan eksistensinya. AMD lebih dikenal sebagai follower dan
bahkan sementara pihak mengatakan produk AMD sebagai tiruan (clone) dari
produk Intel. Peran AMD dalam evolusi bisnis microprocessor sungguh
penting. Selain menjadi alternatif bagi produk Intel, sehingga dominasi
Intel menjadi berkurang, AMD juga menjadi contoh keberhasilan dapat
diraih dengan keteguhan mewujudkan visi, ketekunan melahirkan inovasi,
dan kedisplinan melaksanakan strategi.
sumber:
http://dodyserizawa.blogspot.com/2011/11/contoh-kasus-6-etika-bisnis-dalam.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2099374-pengertian-oligopoli/
http://maswig.blogspot.com/2007/06/persaingan-pada-pasar-oligopoli-kasus.html
Quantity
adalah tingkat persediaan yang
meminimalkan total biaya menyimpan persediaan dan biaya pemesanan. Ini
adalah salah satu model tertua penjadwalan produksi klasik. Kerangka
kerja yang digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan ini juga dikenal
sebagai Wilson EOQ Model atau Wilson Formula. Model ini dikembangkan
oleh FW Harris pada tahun 1913, tapi RH Wilson, seorang konsultan yang
diterapkan secara ekstensif, diberikan pada awal kredit untuk mendalam
analisisnya itu.
Persediaan diadakan untuk menghindari gangguan, waktu dan lain-lain
biaya kelengkapan yang konstan. Namun, untuk mengisi persediaan jarang
akan memerlukan penyelenggaraan persediaan sangat besar. Oleh karena itu
jelas bahwa beberapa keseimbangan atau trade-off atau kompromi
diperlukan dalam menentukan berapa banyak persediaan untuk menampung,
dan karena itu berapa banyak persediaan untuk memesan. Ada biaya
menyimpan persediaan dan ada biaya pemesanan ulang persediaan dan kedua
biaya harus seimbang. Tujuan dari model EOQ adalah untuk meminimalkan
total biaya persediaan.
Biaya penting adalah biaya pemesanan, biaya penempatan order, dan biaya
membawa atau memegang unit persediaan dalam persediaan. Semua biaya lain
seperti, misalnya, biaya pembelian persediaan itu sendiri, yang konstan
dan karena itu tidak relevan dengan model.
Biaya pemesanan juga dikenal sebagai biaya pembelian atau biaya set up,
ini adalah jumlah biaya tetap yang terjadi setiap kali item
diperintahkan. Biaya tersebut tidak berhubungan dengan kuantitas yang
dipesan tapi terutama dengan aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk
memproses pesanan.
Biaya tercatat disebut juga biaya penyimpanan, biaya tercatat adalah
biaya yang terkait dengan persediaan yang memiliki di tangan.. Hal ini
terutama terdiri dari biaya yang berkaitan dengan investasi persediaan
dan biaya penyimpanan. Untuk tujuan perhitungan EOQ, jika biaya tidak
berubah berdasarkan jumlah persediaan di tangan tidak harus dimasukkan
dalam biaya tercatat. Dalam rumus EOQ, biaya membawa direpresentasikan
sebagai rata-rata biaya tahunan per unit persediaan di tangan. Berikut
ini adalah komponen utama biaya tercatat.
• Bunga. Jika Anda harus meminjam uang untuk membayar persediaan Anda,
tingkat suku bunga akan menjadi bagian dari nilai tercatat. Jika Anda
tidak meminjam pada persediaan namun memiliki pinjaman pada barang modal
lainnya, Anda dapat menggunakan tingkat bunga kredit tersebut karena
pengurangan persediaan akan membebaskan uang yang bisa digunakan untuk
membayar pinjaman tersebut. Jika oleh beberapa keajaiban Anda bebas
hutang Anda akan perlu untuk menentukan seberapa banyak Anda bisa
membuat jika uang itu diinvestasikan.
• Asuransi. Karena biaya asuransi secara langsung berkaitan dengan total
nilai persediaan, Anda akan memasukkan ini sebagai bagian dari biaya
tercatat.
• Pajak. Jika Anda diminta untuk membayar pajak atas nilai persediaan Anda mereka juga akan disertakan.
• Biaya penyimpanan. Kesalahan dalam menghitung biaya penyimpanan umum
dalam implementasi EOQ. Pada umumnya perusahaan mengambil semua biaya
yang terkait dengan gudang dan dibagi dengan persediaan rata-rata untuk
menentukan persentase biaya penyimpanan perhitungan EOQ. Hal ini
cenderung untuk memasukkan biaya yang tidak langsung dipengaruhi oleh
tingkat persediaan dan tidak mengimbangi karakteristik penyimpanan.
Biaya tercatat untuk tujuan perhitungan EOQ sebaiknya hanya biaya yang
didasarkan pada variabel tingkat persediaan.
Asumsi Dari Model
1. Permintaan dikenal dan deterministik, yaitu konstan.
2. Lead time, yaitunt. waktu antara penempatan pesanan dan penerimaan pesanan diketahui dan konstan.
3. Penerimaan persediaan sesaat. Dengan kata lain persediaan dari pesanan tiba dalam satu batch pada satu titik waktu.
4. Jumlah diskon yang tidak mungkin, dengan kata lain tidak ada bedanya
berapa banyak kita pesan, harga produk akan tetap sama. (Untuk Model-EOQ
Dasar)
5. Bahwa biaya yang hanya berkaitan dengan model persediaan adalah biaya
menempatkan pesanan dan biaya memegang atau menyimpan persediaan dari
waktu ke waktu
EOQ adalah jumlah pesanan, sehingga biaya pemesanan + biaya tercatat menemukan minimum
Variabel
– Q = kuantitas order
– Q * = urutan jumlah yang optimal D = kuantitas permintaan tahunan produk
– P = pembelian biaya per unit
– S = biaya tetap per pesanan (bukan per unit, di samping unit cost)
– H = biaya simpan tahunan per unit (juga dikenal sebagai biaya tercatat
atau biaya penyimpanan) (ruang gudang, pendinginan, asuransi, dll
biasanya tidak berkaitan dengan unit cost)
Fungsi Biaya Total
Rumus EOQ single-item menemukan titik minimum dari fungsi biaya berikut:
– Total Biaya = + pemesanan + ongkos biaya simpan
– Biaya Pembelian: Ini adalah biaya variabel barang: harga pembelian unit × kuantitas permintaan tahunan. Ini P ×D
– Pengaturan biaya: Ini adalah biaya menempatkan pesanan: Urutan
masing-masing memiliki biaya S tetap, dan kita perlu memesan D / Q kali
per tahun. Ini × S D / Q
– Biaya Holding: jumlah rata-rata di saham (antara penuh dan kosong
diisi ulang) adalah Q / 2, sehingga biaya ini adalah H × T / 2
. .
Untuk menentukan titik minimum dari kurva total biaya, ditetapkan sama dengan nol turunannya:
. .
Hasil derivasi ini adalah:
. .
Pemecahan untuk memberikan Q * Q (kuantitas pesanan optimal):
Oleh karena itu: . .
Catatan: Q* P independen, yang merupakan fungsi dari hanya S, D, H.
Beberapa ekstensi dapat dibuat dengan model EOQ, termasuk backordering
biaya dan beberapa item. Selain itu, tatanan ekonomi interval dapat
ditentukan dari EOQ dan kuantitas produksi ekonomi model (yang
menentukan jumlah produksi optimal) dapat ditentukan dengan cara yang
sama. Sebuah versi dari model, Tobin Baumol-model, juga telah digunakan
untuk menentukan permintaan uang fungsi, di mana seseorang kepemilikan
suatu keseimbangan uang dapat dilihat dalam paralel cara untuk
kepemilikan suatu perusahaan persediaan.
Capital
Das Kapital (Capital, dalam terjemahan bahasa Inggris, atau Modal) adalah suatu pembahasan yang mendalam tentang ekonomi politik yang ditulis oleh Karl Marx dalam bahasa Jerman. Buku ini merupakan suatu analisis kritis terhadap kapitalisme
dan aplikasi praktisnya dalam ekonomi dan juga, dalam bagian tertentu,
merupakan kritik terhadap teori-teori terkait lainnya. Jilid pertamanya
diterbitkan pada 1867.
sumber: Wikipedia
Teknologi
Perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan
ekonomi dan mendorong aspek bisnis menjadi lebih efisien dan efektif
dalam menjalankan operasi usaha untuk mencapai hasil yang maksimal.
Industri Pasar modal dan keuangan merupakan salah satu tolak ukur
perekonomian suatu Negara dimana terdaftar ratusan bahkan ribuan
perusahaan yang menjualbelikan sahamnya di pasar sekunder atau bursa
saham.
Kebutuhan akan kecepatan dan ketepatan dalam
transaksi bursa saham sangatlah penting sehingga memudahkan investor ,
para broker , trader dan institusi yang terkait dapat dengan cepat
menganalisa dan mengambil keputusan. Indonesia merupakan salah satu
Negara yang memiliki bursa saham cukup aktif dibawah Jepang ( Nikkei ) ,
Hongkong ( hangseng ) dan Singapore ( straits ). Saat ini lebih dari
400 perusahaan telah go public dan listing sahamnya di bursa efek
Indonesia.
Sejalan dengan perkembangan IT, technology dan
internet, transaksi pasar modal kini semakin banyak digemari oleh
investor retail dengan adanya fasilitas online trading yang diberikan
oleh perusahaan sekuritas atau broker. Fasilitas online trading ini
memudahkan client/investor untuk dapat melakukan transaksi dimana saja
dan kapan saja menggunakan perangkat computer, portable dan akses
internet sehingga memudahkan investor dalam pengambilan keputusan.
Bila
kita melihat kebelakang , pasalnya jual beli saham hanya diketahui oleh
beberapa institusi dan kalangan tertentu saja, mengingat akses dan
informasi menjadi sangat susah untuk diketahui. Beberapa tahun yang lalu
bila seorang investor ingin membeli sebuah saham, haruslah melakukan
phone call kepada trader yang ada di sekuritas untuk memesan atau
menjual surat saham. Hal tersebut sering kali menjadi kendala, karena
dinilai tidak efesien dan sering mengalami kesalahpahaman antara pihak
sekuritas dengan client. Dengan adanya fasilitas online trading, makan
hal ini sangat menjadi nilai tambah dan dapat dikonsumsi oleh banyak
investor retail secara lebih mudah dan efektif.
Pengguna
fasilitas online trading menurut KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)
mencapai 372000. BEI menargetkan jumlah tersebut bisa bertambah menjadi
650000 hingga 700000 investor pada 2010. Dengan bantuan fasilitas
online trading, investor dapat melakukan transaksi jual beli secara
online sehingga hal ini merupakan sebuah proses baru dalam transaksi
bursa saham di Indonesia.
Selain itu investor juga dapat
mengakses laporan keuangan, melihat chart teknikal , membaca news dan
mengalisa informasi perusahaan dari dalam program online trading. Saat
ini telah banyak sekuritas yang mengembangkan fasilitas online trading
ini menjadi lebih baik dan cepat, sehingga sekarang online trading dapat
diakses melalui Blackberry, Apple Ipad maupun system terbaru Android.
Sebelum melakukan online trading, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh calon investor , antara lain
1.
MEKANISME PERDAGANGAN
Sebelum
dapat melakukan transaksi, terlebih dahulu investor harus menjadi
nasabah di perusahaan efek atau broker saham. Di Bursa Efek Indonesia
(BEI) terdapat sekitar 120 perusahaan Efek yang menjadi anggota BEI.
Pertama kali investor melakukan pembukaan rekening dengan mengisi
dokumen pembukaan rekening. Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut
memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan
keuangan) serta keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.
Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah
investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan efek yang
bersangkutan. Umumnya setiap perusahaan efek mewajibkan kepada
nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan
bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham.
Perdagangan dilakukan melalui proses tawar menawar secara berkesinambungan (
Continuous Auction Market) dalam satuan perdagangan efek. Tawar menawar dilakukan dengan memperhatikan prioritas harga dan waktu (
Price and Time Priority).
Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual-belikan dilakukan
dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot, dimana satu lot
berarti 500 saham.
2.
STRUKTUR PASAR MODAL INDONESIA
Setiap
transaksi online trading akan langsung tercatat kepemilikan saham di
bursa efek Indonesia, namun untuk menjamin transparasi sekuritas saat
ini KSEI mengeluarkan kartu AKSES sebagai bukti kepemilikan saham yang
dapat diakses melalui situs online.
Untuk dapat melakukan
online trading, calon investior harus membuka account di salah satu
sekuritas yang menyediakan fasilitas online trading lalu dengan
melakukan deposit dan pembelian sebuah saham berarti sudah menjadi
bagian dalam kepemilikan saham di bursa efek Indonesia.
Fasilitas
online trading merupakan fasilitas yang memudahkan proses phone call
dan book yang sebelumnya menjadi sebuah program trading online saham
yang cepat, akurat dan efisien.
Dengan adanya fasilitias
online trading memudahkan investor untuk dapat memantau harga saham di
bursa dan mengambil keputusan buy or sell dengan lebih cepat dan efisien
sumber: https://id-id.facebook.com/notes/krisna-putra-darma/peranan-teknologi-online-trading-dalam-transaksi-pasar-modal/10150092113586208
Labour
enaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja.
Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa
tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri
maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara
dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga
kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah
memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di
Indonesia
adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap
orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak
pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan
di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada
yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk
tenaga kerja.
Klasifikasi Tenaga Kerja
Berdasarkan penduduknya
Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat
bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut
Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga
kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.
Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak
mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang
Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia,
yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64
tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut
usia) dan anak-anak.
Berdasarkan batas kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64
tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja,
maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.
Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang
kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya.
Contoh kelompok ini adalah:
- anak sekolah dan mahasiswa
- para ibu rumah tangga dan orang cacat, dan
- para pengangguran sukarela
Berdasarkan kualitasnya
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu
keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau
pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara,
dokter,
guru, dan lain-lain.
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam
bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil
ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai
pekerjaan tersebut. Contohnya:
apoteker,
ahli bedah,
mekanik, dan lain-lain.
- Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja
kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut,
pembantu rumah tangga, dan sebagainya
Masalah Ketenagakerjaan
Berikut ini beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia.
- Rendahnya kualitas tenaga kerja
Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan dengan
melihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja
di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya
produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh
terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
- Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja
Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh
perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi
perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja
akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin
banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan
ekonomi.
- Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di
Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor
pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak
sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
Terjadinya krisis
ekonomi
di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami
gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja.
Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan
semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan
kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.
Rumus tidak gagap makro
Y = C + G + I + (X – M)!
Ini rumusnya.
Artinya?
Y sama dengan pertumbuhan ekonomi yang bisa diciptakan lewat C (konsumsi), G (belanja pemerintah), I (investasi), X-M (
net export). Indonesia diuntungkan karena punya penduduk yang banyak. Karena itu, C selalu jadi ”katup” penyelamat perekonomian.
Pada 1998, hal itu tidak terjadi karena orang pada tidak mau membeli sesuatu yang tidak
basic. Semua orang lagi tidak menentu tentang masa depan Indonesia. Langit
kayaknya
mau runtuh. Karena itu, semua orang menyimpan uangnya erat-erat. Beli
emas karena likuid dan gampang dicairkan. Atau, dilarikan ke luar
Indonesia.
Pinjaman bank yang biasanya bisa membantu orang beli secara cicilan
tidak jalan karena bunga terlalu tinggi. Bisa sampai 80 persen per
tahun! Nah, karena ”mesin pertama” mati, Indonesia langsung mengalami
pertumbuhan negatif 13 persen waktu itu.
Tapi, pada krisis global 2008 lalu, konsumsi boleh dikatakan tidak terlalu terpengaruh. Sebab,
consumer confidence
tetap tinggi dan inflasi secara umum bisa dijaga dengan ketat. Begitu
juga yang terjadi pada India dan Tiongkok yang punya banyak penduduk.
Amerika dan Jepang yang orangnya kaya lagi terbelit utang dan rasa
kurang percaya terhadap masa depan perekonomian mereka sendiri. Karena
itu, mesin pertama stagnan dan bahkan di Jepang terjadi deflasi
karena orang malas beli barang.
Singapura setengah mati
ya karena jumlah penduduknya
sedikit,walaupun kaya. Apalagi, mereka ”kiashu” atau takut rugi. Jadi,
begitu ekonomi dunia mulai turun, mereka pun ngirit. Mesin kedua
adalah pemerintah yang bertugas membelanjakan bujet, baik untuk yang
rutin atau yang diarahkan untuk pembangunan.
Waktu krisis, C biasanya turun. Karena itu, G harus diperbesar
untuk kompensasi. Tapi, kalau perekonomian yang sudah terbuka, porsi G
terhadap C kecil karena yang menciptakan ekonomi semestinya pihak
swasta, bukan pemerintah. Tapi, pemerintah memang harus menciptakan
infrastruktur supaya swasta mau melakukan kegiatan ekonomi.
Saat krisis, pemerintah yang tidak punya cadangan devisa banyak
bisa repot. Defisit pengeluaran yang terlalu besar juga akan
merepotkan. Mau bikin obligasi negara, terpaksa bunganya mahal.
Kecuali dapat bantuan pinjaman lunak dari internasional, tapi biasanya
dengan syarat-syarat politik.
Pada zaman krisis 1998, Indonesia terpaksa minta bantuan IMF, tapi
diminta memperketat uang, sehingga konsumsi dan investasi tambah
macet! Hasilnya lebih parah. Saat krisis global 2008, Tiongkok punya
posisi paling kuat di dunia. Sebab, cadangan devisanya sangat kuat,
sehingga punya
bargaining terhadap negara lain. Pemerintah bisa memberikan BLT dan bantuan lain kepada rakyat untuk mendongkrak C.
Selain itu, G tetap diperbesar dengan membangun infrastruktur gila-gilaan. Indonesia pada 2008
not bad
karena punya cadangan devisa yang tidak terlalu besar, tapi cukup.
Defisit juga, tapi tidak sebesar Amerika dan Eropa yang sampai dua
digit. Godaan terbesar untuk menutup defisit yang terlalu besar adalah
cetak uang yang akan menimbulkan inflasi dan menurunkan C!
Mesin ketiga adalah investasi. Bisa dalam bentuk investasi langsung atau portofolio. Semakin orang
confident terhadap perekonomian, semakin besar minat investasi. Kalau hanya investasi di pasar saham, bisa jadi
hot money. Gampang masuk, gampang keluar! Indeks bursa bisa naik turun
kayak roller coaster karena gampang diterpa rumor.
Sementara itu, penanaman modal langsung, baik dari luar maupun
dalam, akan lebih stabil karena sekali inves harus jangka panjang.
Saat krisis, I biasanya turun karena sebagian besar orang stop dulu
dan
wait and see. Atau, menarik ke luar modalnya!
Mesin keempat adalah
net export yang merupakan selisih
antara ekspor dan impor. Tiongkok saat ini dicap sebagai negara
merkantilis murni karena sangat percaya akan mesin keempat ini.
Pemerintahnya melakukan apa pun, termasuk menjaga yen lemah serta
memberi insentif terselubung dan bantuan untuk ekspor kepada
pengusahanya. Karena itu, seluruh dunia sekarang dibanjiri
made in China.
Indonesia, sayangnya, masih banyak menghasilkan ekspor komoditas
dan barang tambang yang nilai tambahnya tidak besar. Sementara itu,
impornya kebanyakan
branded good,
branded service, atau
branded commodity. Karena itu, surplus perdagangan luar negeri kita tidak bisa besar.
sumber: https://markplus2010.wordpress.com/2010/04/06/y-c-g-i-x-m-rumus-tidak-gagap-makro-73/